Waspada COVID 19 Coronavirus

Seperti yang kita ketahui, saat ini sedang merebak penyakit coronavirus yang disebabkan oleh virus COVID 19 di Indonesia.

Sudah saatnya kita bahu-membahu bekerja sama agar penyakit ini tidak tersebar lebih luas. Saatnya untuk mengesampingkan perbedaan, dan berjuang bersama-sama.

Berikut ini adalah hal yang perlu diketahui untuk mengenal lebih jauh apa itu virus corona. Termasuk diantaranya virus SARS-CoV-2 penyebab pandemi COVID 19, yang di kita lebih dikenal dengan nama penyakit corona.

Data Penderita Covid-19 Indonesia

APA ITU VIRUS CORONA?

Secara umum virus corona adalah jenis virus yang menginfeksi binatang, tapi dapat menyebar juga ke manusia. Virus corona bisa menyebabkan sakit mulai dari demam ringan, sampai di varian virus tertentu, menyebabkan kematian.

Virus corona sudah beberapa kali muncul. Setiap kemunculan biasanya di sertai dengan penyebaran dan korban yang bertambah dengan cepat. Contoh dari virus corona yang pernah menyerang dan booming di waktu lalu:

  • SARS (sindrom pernafasan akut) yang merebak sekitar tahun 2003. Disebabkan olleh virus SARS-CoV. (sumber dari WHO)
  • MERS (sindrom pernapasan Timur Tengah) yang muncul dari sekitar tahun 2012 sampai sekarang. Disebabkan virus MERS-CoV. (sumber dari WHO)
  • COVID-19, lebih dikenal dengan nama penyakit coronavirus, yang sekarang sedang jadi pandemi (per Maret 2020). Disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

APA ITU COVID 19 ATAU CORONAVIRUS?

Coronavirus Disease (COVID-19), atau di kita lebih dikenal dengan nama penyakit coronavirus, adalah varian terbaru dari corona virus yang bisa menyerang manusia.

Varian terbaru dari virus corona ini sebelumnya tidak terdeteksi. Pertama kali muncul saat terjadi outbreak/penyebaran pertama di kota Wuhan, Cina, di bulan Desember 2020.

Saat ini COVID 19 sudah muncul dan menyebar di banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Pertanggal 12 Maret 2020, WHO telah menyatakan jika penyakit corona virus yang merebak sekarang sudah menjadi pandemi di dunia.

CARA PENYEBARAN VIRUS CORONA

Secara umum, penyebaran virus corona terjadi mengikuti pola di bawah ini:

cara penyebaran virus corona
cara penyebaran virus corona, sumber: CNN Indonesia

Penyebab utama penularan COVID 19 di antara manusia adalah terkena droplet (percikan air kecil sekali) dari penderita yang bersin atau batuk. Droplet ini bisa langsung terkena dari bersin atau batuk, bisa juga dari droplet yang menempel di permukaan tertentu.

Berapa lama virus corona bisa bertahan di permukaan barang/tempat tertentu?

Tidak pasti berapa lama virus yang menyebabkan COVID-19 bertahan di permukaan, tetapi tampaknya berperilaku seperti virus corona lainnya. Studi menunjukkan bahwa coronavirus (termasuk informasi awal tentang virus COVID-19) dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari. Hal ini dapat bervariasi tergantung dari kondisi tertentu (mis. Jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

Jika Anda berpikir suatu permukaan dapat terinfeksi, bersihkan dengan desinfektan untuk membunuh virus dan melindungi diri Anda sendiri dan orang lain. Bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda.

sumber: WHO, medrxiv.org (pdf),

Lama Masa Inkubasi Coronavirus

Apa itu masa inkubasi?

Masa inkubasi adalah masa waktu yang dihitung dari waktu pertama kali seseorang terpapar penyakit, sampai dengan muncul gejala awal.

Masa inkubasi untuk coronavirus covid 19 cukup beragam. Mulai dari 2 sampai 14 hari. Di kasus tertentu, bisa sampai 24 hari.

Tapi umumnya masa inkubasi dihitung maksimal 14 hari sampai gejala awal muncul. Itu sebabnya, masa sekolah dan kampus yang diliburkan, masa penutupan tempat keramaian/wisata, juga masa bekerja di rumah untuk karyawan swasta/PNS biasanya diberikan 14 hari.

PERTANYAAN DAN JAWABAN

Berikut dibawah ini adalah pertanyaan yang banyak muncul seputar coronavirus di Indonesia, beserta jawabannya. Pertanyaan dan jawaban ini kami kutip langsung dari website kementrian kesehatan Indonesia, di link berikut ini. Versi PDF bisa anda unduh dari link kementrian kesehatan disini.

Daftar FAQ ini akan bisa berubah dan sesuai perkembangan terbaru. Silahkan langsung pantau di website kementrian kesehatan.

Apakah COVID-19 sama seperti SARS?

COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

Apa Gejala Coronavirus?

Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Daftar negara terjangkit dapat dipantau melalui website ini.

Seberapa Bahaya Coronavirus (covid 19)?

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Bagaimana Seseorang Terinfeksi Coronavirus?

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Apakah Coronavirus Bisa Ditularkan Orang Yang Tidak Memiliki Gejala?

Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali kecil kemungkinannya. Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Selain itu, mulai muncul laporan adanya penderita positif covid 19 tapi tidak memperlihatkan tanda-tanda sama sekali.

Selalu tetap waspada.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Apakah Coronavirus Bisa Ditularkan Melalui Udara?

Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan bahwa virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.

Bisakah Manusia Terinfeksi Corona Dari Hewan?

COVID-19 disebabkan oleh salah satu jenis virus dari keluarga besar Coronavirus, yang umumnya ditemukan pada hewan. Sampai saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, para ahli terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya.

Bisakah Hewan Peliharaan Menyebarkan Corona?

Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus COVID-19. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.

Berapa Lama Coronavirus Bisa Bertahan Di Permukaan Benda Tertentu?

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

Apakah Ada Vaksin Untuk COVID 19?

Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.

Apakah Antibiotik Bisa Mengobati Corona?

Tidak, antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.

Siapa Yang Beresiko Terkena Coronavirus?

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Mana Yang Lebih Rentan Terinfeksi Corona, Orang Tua Atau Usia Muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

Apa Beda Sakit Corona Dengan Flu Biasa?

Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut. Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Berapa Lama Masa Inkubasi COVID 19?

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus.

Apakah Aman Menerima Paket Dari Negara Yang Terjangkit Corona?

Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.

Apakah Sudah Ada Pembatasan Ke Cina Dan Negara Terjangkit Corona Lainnya?

Sejak 5 Februari 2020, Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke Cina berupa penghentian sementara penerbangan dari dan ke Cina.

Pada tanggal 5 Maret 2020, Indonesia juga memberlakukan pelarangan transit atau masuk ke Indonesia bagi pelaku perjalanan yang dalam 14 hari sebelumnya datang dari wilayah berikut:

Iran : Tehran, Qom, Gilan
Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont
Korea Selatan : Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do.

Bagaimana Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona?

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah:

  • Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
  • Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  • Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
  • Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  • Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  • Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
  • Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
  • Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
  • Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

Apakah Harus Menggunakan Masker Untuk Mencegah Corona?

Saat ini disarankan untuk selalu menggunakan masker jika keluar rumah, untuk meminimalisir penyebaran dan terpapar virus coroba.

Awalnya emakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan. Tapi sekarang setiap orang yang keluar rumah dihimbau untuk menggunakan masker.

Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

Haruskan Saya Khawatir Dengan Pandemi Corona Ini?

Jika Anda tidak berada di wilayah terjangkit COVID-19, atau jika Anda tidak melakukan perjalanan dari salah satu wilayah tersebut, atau tidak melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala COVID-19 atau merasa kurang sehat, kecil kemungkinan Anda untuk tertular COVID-19. Namun, dapat dimengerti bahwa Anda mungkin merasa stres dan cemas tentang situasi yang terjadi saat ini. Tetaplah tenang dan jangan panik. Carilah informasi yang benar dan akurat tentang perkembangan COVID-19 agar Anda mengetahui situasi wilayah Anda dan Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang wajar.

Jika Anda berada di wilayah terjangkit COVID-19, Anda harus serius menghadapi risiko tersebut. Selalu jaga kesehatan dan perhatikan informasi dan saran dari pihak kesehatan yang berwenang.

Apakah Bisa Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Corona/COVID 19?

Untuk kondisi saat ini, seseorang belum bisa diberikan surat keterangan bebas COVID-19, karena kita tidak pernah tahu apakah dia pernah kontak dengan orang yang sakit COVID-19.

Dimana Saya Bisa Mendapatkan Informasi, Edukasi, dan Perkembangan Terkini Seputar Coronavirus?

Informasi  situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:

Halo Kemenkes : 1500567
Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 atau (021) 5210411 atau 081212123119
Twitter : @KemenkesRI
Facebook : @KementerianKesehatanRI
Instagram: @kemenkes_ri
Website : who.intwww.infeksiemerging.kemkes.go.id, sehatnegeriku.kemkes.go.id

:: Catatan: Semua isi FAQ dikutip langsung dari halaman website kementrian kesehatan disini.

Pin It on Pinterest

Share This